EN

Solo, (6/2) - Sebagai utilitas publik yang mendukung lancarnya operasional jalan tol, rest area tetap beroperasi penuh selama pengetatan protokol kesehatan pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tahap II di Provinsi Jawa Tengah, selama tanggal 6 dan 7 Februari 2021.

Kepala Wilayah PT Jasamarga Related Business (JMRB) Kanwil Jawa Tengah II Dondy Susanto mengatakan, meski beroperasi penuh selama 24 jam, rest area yang dikelola oleh PT JMRB tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi pengunjung rest area.

“Protokol yang kami terapkan antara lain dengan membatasi kapasitas parkir maksimal lima puluh persen, pengecekan suhu tubuh bagi pengunjung dan karyawan, menyediakan sarana cuci tangan dan hand sanitizer, melakukan imbauan 3M melalui public address, serta melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara berkala di seluruh fasilitas rest area. Khusus di masjid, kami lakukan setiap habis solat lima waktu, sebab masjid merupakan salah satu fasilitas yang sering dikunjungi,” papar Dondy.

Lebih lanjut Dondy menegaskan, pengoperasian rest area selama masa pengetatan PPKM Tahap II tersebut, dilakukan berdasarkan koordinasi antara PT JMRB dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang berada di bawah naungan Jasa Marga Group di wilayah kerja Jateng II, yakni PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) dan PT Jasamarga Ngawi Kertosono (JNK).

Pengetatan PPKM Tahap II di Provinsi Jawa Tengah tertuang dalam dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah No. 443.5/0001933 tanggal 2 Februari 2021.

Jakarta, (29/6) – Tiga rest area yang dikelola oleh PT Jasamarga Related Business (JMRB) masuk ke dalam lima besar rest area terbaik Tipe A dan Tipe B menurut Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Rest Area KM 88 A Ruas Cipularang dan Rest Area KM 519 A Ruas Solo-Ngawi masing-masing memperoleh peringkat 3 dan 4 untuk kategori Tipe A. Sedangkan Rest Area KM 66 A Ruas Pandaan-Malang memperoleh peringkat 4 untuk kategori Tipe B.

Adapun metode penilaian yang digunakan adalah Rank Order Centroid (ROC) yang didasarkan pada tingkat kepentingan atau prioritas dari setiap kriteria. Teknik ROC membeirkan bobot pada setiap kriteria sesuai dengan rangking yang dinilai berdasarkan tingakt prioritas.

Kriteria yang dinilai meliputi indikator pelengkapan Standar Pelayanan Minimum (SPM) dan fasilitas utama, yakni kondisi jalan, toilet, parkir kendaraan, penerangan, SPBU, tempat makan dan minum, tempat ibadah, kebersihan, CCTV (keamanan), toilet, dan sebagainya.

Direktur Pengelolaan Gedung dan Fasilitas PT JMRB Tita Paulina Purbasari mengapresiasi raihan yang dicapai tersebut. Meski begitu, ia menekankan raihan yang diberikan oleh BPJT tersebut harus menjadi pemicu agar pengelolaan dan pengoperasian rest area milik JMRB dapat dioptimalkan.

Jakarta, (25/6) - PT Jasamarga Related Business (JMRB) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2020 secara daring, Jumat, (25/6). Selain digelar secara daring, RUPST kali ini juga digelar secara langsung di Ruang Rapat Amanah, Kantor Pusat PT JMRB, oleh jajaran Dewan Komisaris dan Direksi PT JMRB dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Dalam RUPST Tahun Buku 2020 PT JMRB, terdapat enam usulan agenda, yakni pertama, persetujuan laporan tahunan 2020 dan pengesahan laporan keuangan Perseroan tahun buku 2020. Kedua, penetapan penggunaan laba Perseroan untuk tahun buku 2020. Ketiga, penetapan insentif Dewan Komisaris dan Direksi atas kinerja Perseroan tahun buku 2020. Keempat, penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan untuk tahun buku 2021. Kelima, penunjukkan kantor akuntan publik yang akan melakukan pemeriksaan terhadap laporan keuangan Perseroan pada tahun buku 2021. Dan, keenam, perubahan dasar anggaran Perseroan.

Hasil RUPST PT JMRB tahun buku 2020 menetapkan, seluruh usulan agenda disetujui oleh para pemegang saham.

Selain memaparkan agenda RUPST tahun buku 2020, masing-masing unit kerja pun memaparkan laporan kinerja dan pencapaian sepanjang tahun 2020, di antaranya dari sisi kinerja bidang keuangan, kinerja operasional, kinerja teknik dan pengendalian proyek, kinerja pengembangan kawasan, dan kinerja bisnis komersial.

Lebih lanjut, Jajaran Direksi memaparkan, di masa pandemi Covid-19, Perseroan berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan Tahun 2020 sebesar 2% dari Realisasi Tahun 2019 dan lebih tinggi 8% dari Target Tahun 2020.

Jakarta, (23/6) - Dalam rangka transformasi tata nilai dan budaya AKHLAK di lingkungan Jasa Marga Group, PT Jasamarga Related Business (JMRB) menggelar sosialisasi budaya AKHLAK kepada mitra rest area yang dikelola oleh PT JMRB, khususnya kepada karyawan cleaning service, teknisi, petugas keamanan, serta perwakilan tenant UMKM, retail, dan SPBU.

Dalam hal ini, masing-masing wilayah kerja PT JMRB yang dipimpin oleh Kepala Wilayah melakukan metode sosialisasi dengan metode daring dan secara langsung, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Kepala Wilayah IV Jateng-2 Dondy Susanto mengatakan metode ini cukup efektif untuk menanamkan budaya AKHLAK di lingkungan rest area. Selain itu, ia pun menekankan agar budaya AKHLAK dapat diimplementasikan dalam kegiatan sehari-hari di lingkungan kerja.

Sementara, Kepala Wilayah V Jatim Agung Purwanto menyebut transformasi budaya AKHLAK yang bertajuk “High Performance Through Digitalization” ini juga bertujuan untuk mencapai visi dan misi perusahaan yang harus mampu bersaing di era digital, dengan tentunya berlandaskan nilai-nilai AKHLAK.

Seperti diketahui, AKHLAK merupakan tata nilai yang diterapkan oleh Kementerian BUMN bagi semua perusahaan di bawah naungannya.

PRESS RELEASE
PT Jasamarga Related Business
No. 10/2021
7 Juli 2021

Jakarta, (7/7) - Dalam rangka menjalin kolaborasi bisnis, MNC Group menjalin sinergi dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Related Business (JMRB). Penjajakan kerja sama keduanya ditandai dengan penandatanganan MOU yang dilakukan secara daring pada Rabu, (7/7).

Adapun kerja sama yang dijalin bersama PT JMRB ini dilakukan bersama PT Bank MNC Internasional Tbk, PT MNC Kapital Indonesia Tbk, PT MNC Vision Networks Tbk, dan PT MNC Land Tbk. Masing-masing menandatangani MOU kerja sama bisnis yang meliputi layanan digital banking, pengembangan ekosistem cashless, distribusi konten digital untuk para tenant rest area yang dikelola oleh PT JMRB, serta pengembangan properti.

Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan, MNC Group telah merencanakan berbagai kolaborasi inovatif yang bertujuan untuk memetik keberhasilan maksimal bagi kedua pihak. Menurutnya, eksistensi MNC Group dan Jasa Marga Group yang memiliki posisi kuat di Indonesia menjadikan kemitraan yang dijalin sebagai langkah yang besar dan akan memberikan manfaat signifikan bagi keduanya, terlebih bagi masyarakat Indonesia. Ia juga menilai kerja sama ini dapat mempercepat digitalisasi hingga inklusi keuangan untuk meningkatkan perekonomian nasional.

“Produk dan layanan MNC Group akan terintegrasi secara end-to-end dalam ekosistem PT JMRB, yang dapat melengkapi dan memperkuat bisnis Jasa Marga Group dari hulu hingga hilir. Bisnis MNC Group dari sektor media, jasa keuangan, dan entertainment hospitality akan merambah ke berbagai proyek inovatif dari kerja sama strategis ini,” jelasnya.

Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga Arsal Ismail mengatakan, penandatanganan MOU ini merupakan penjajakan awal yang dilakukan oleh PT JMRB sebagai salah satu upaya strategis dari Jasa Marga Group untuk meningkatkan revenue group dari sisi pendapatan non- tol.

“MOU ini tidak eksklusif hanya antara PT JMRB dan MNC Group. Ke depan kami akan membuka jika ada pihak lain yang akan berpartisipasi. Memang saat ini MNC Group memiliki rencana bisnis yang sesuai dengan rencana pengembangan PT JMRB ke depannya, sehingga sinergi ini kami harapkan dapat berjalan dengan baik. Kami sangat membuka potensi kerja sama dengan instansi lainnya terutama dalam pengembangan bisnis properti, rest area dan konten digital. Upaya kerja sama ini menjadi salah satu strategi bagi Jasa Marga Group untuk menyeimbangkan pendapatan dari sektor jalan tol yang terdampak pandemi hingga saat ini,” ujar Arsal.

Hal serupa diungkapkan oleh Direktur Utama PT JMRB Cahyo Satrio Prakoso. Menurutnya, PT JMRB tengah menggencarkan pengembangan sejumlah lini bisnisnya, yakni Toll Corridor Development (TCD), pengembangan dan pengelolaan rest area, pemanfaatan koridor jalan tol untuk iklan dan utilitas, serta konten digital. Menurutnya, potensi yang dimiliki oleh jalan tol tidak sekadar sebagai infrastruktur mobilisasi bagi arus distribusi barang dan jasa. Oleh karena itu, PT JMRB terus mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh jalan tol, terutama pengembangan kawasan atau koridor di sekitar jalan tol.

“Jasa Marga memiliki hak konsesi jalan tol sepanjang 1.603 Km di seluruh Indonesia, dan PT JMRB dipercaya untuk mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki oleh koridor jalan tol tersebut. Untuk itu, kami tengah gencar melakukan kerja sama dengan mitra strategis untuk melakukan pengembangan tersebut, salah satunya dengan MNC Group. Dengan potensi besar yang dimiliki oleh masing-masing pihak, kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan kontribusi yang inovatif bagi nusa dan bangsa,” kata Cahyo.

PT Bank MNC Internasional Tbk melalui MotionBanking memungkinkan penyediaan layanan banking dan pendanaan tenant rest area. Sedangkan PT MNC Kapital Indonesia Tbk melalui anak usahanya, PT MNC Teknologi Nusantara dengan produk unggulannya MotionPay, dapat melakukan pengembangan dan penyediaan sistem transaksi dan pembayaran digital di rest area. Sementara PT MNC Vision Networks Tbk memungkinkan pengembangan konten digital. Dan kolaborasi bersama PT MNC Land Tbk meliputi kerja sama pengembangan properti di kawasan koridor jalan tol.

PT JMRB sendiri, kini mengelola 29 rest area yang tersebar di seluruh Indonesia dengan lebih dari 400 tenant yang melakukan aktivitas bisnis di dalamnya. Saat ini, PT JMRB tengah gencar melakukan kajian dan pengembangan bagi kawasan di sekitar jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga Group. Hingga April 2021, Jasa Marga Group telah mengoperasikan 1.214 Km jalan tol, atau 52% dari keseluruhan total panjang jalan tol yang beroperasi di seluruh Indonesia.

PRESS RELEASE
PT Jasamarga Related Business
No. 9/2021
25 Juni 2021

Jakarta, (25/6) - Sebagai upaya memperkuat lini bisnisnya di bidang pengembangan koridor jalan tol, PT Jasamarga Related Business (JMRB) tengah mengkaji potensi pengembangan backbone bagi fiber optic di sepanjang Jalan Tol Trans Jawa.

Direktur Utama PT JMRB Cahyo Satrio Prakoso menegaskan bahwa PT JMRB berupaya mengoptimalkan koridor jalan tol untuk mengembangkan backbone fiber optic. Dalam hal ini, PT JMRB tidak masuk secara langsung pada bisnis internet, melainkan menyediakan infrastruktur backbone bagi fiber optic. Menurutnya, peluang bisnis tersebut dilatari oleh konsesi Jalan Tol Trans Jawa yang dikelola oleh Jasa Marga Group, yakni sepanjang 1.167 Km.

“Pada dasarnya, PT JMRB bukan sebagai provider penyedia layanan internet, melainkan mengembangkan backbone bagi fiber optic. Saat ini infrastruktur backbone di pulau Jawa masih diperlukan untuk menghubungkan kota-kota di Pulau Jawa sehingga dapat memperlancar transfer data. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengoptimalisasi manfaat dari koridor jalan tol milik Jasa Marga Group, terutama di jalur Jalan Tol Trans Jawa,” tegasnya.

Cahyo menambahkan, potensi pasar bagi fiber optic seiring dengan masifnya perkembangan teknologi secara global yang terlihat dari pertumbuhan aplikasi online dan teknologi lainnya, serta permintaan akan jaringan internet yang semakin meningkat. Ditambah, Indonesia akan memulai infrastruktur 5G oleh beberapa operator selular.

“Saat ini kami sedang melakukan proses kajian terhadap berbagai detail terkait pengembangan backbone fiber optic ini. Kami berupaya proses kajian tersebut dapat diimplementasikan pada akhir tahun 2021,” jelas Cahyo.

Pengembangan backbone bagi fiber optic ini, menurut Cahyo, dapat mendukung dan menjembatani pemerataan infrastruktur fiber optic. Ia mengungkapkan, ke depannya tidak menutup kemungkinan PT JMRB akan mengembangkan backbone fiber optic ke seluruh Indonesia, mengingat Jasa Marga Group memegang konsesi mayoritas jalan tol di seluruh Indonesia.

Penguatan lini bisnis utilitas digital ini sejalan dengan rencana PT JMRB untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) dalam waktu dekat. Selain utilitas digital, PT JMRB juga tengah gencar melakukan kajian dan pengembangan koridor jalan tol atau Toll Corridor Development (TCD). Terdekat, PT JMRB akan memulai proyek TCD Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Jasa Marga Tower.

PRESS RELEASE
PT Jasamarga Related Business
No. 8/2021
24 Juni 2021

Jakarta, (24/6) - Dalam menggencarkan lini bisnisnya yang baru, yakni Toll Corridor Development (TCD), PT Jasamarga Related Business (JMRB) terus menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra strategis. Kali ini, PT JMRB bekerjasama dengan PT Paramount Enterprise Internasional (Paramount Land) untuk bersama-sama melakukan pengembangan kawasan properti di koridor jalan tol.

Direktur Utama PT JMRB Cahyo Satrio Prakoso mengatakan, kawasan yang akan dikembangkan bersama Paramount Land terletak di koridor Jalan Tol Jakarta-Tangerang.

“Rencananya, kami akan bersama melakukan pengembangan kawasan properti di lokasi tersebut. Saat ini, kami sedang melakukan inventarisasi dan pembahasan kajian-kajian lanjutan,” ujar Cahyo.

Senada dengan Cahyo, Presiden Direktur PT Paramount Enterprise International, Ervan Adi Nugroho menjelaskan, “Penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilakukan antara PT JMRB dengan Paramount Land merupakan salah satu bentuk sinergi kami dalam mengembangkan properti di kawasan Jalan Tol Jakarta-Tangerang, yaitu di Paramount Petals.”

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan, dengan pesatnya urbanisasi dan meningkatnya kebutuhan hunian bagi masyarakat, dibutuhkan adanya pengembangan hunian berskala besar. Seiring dengan itu, pengembangan infrastruktur Jalan Tol Jakarta-Tangerang akan mendukung konektivitas dan menciptakan traffic bagi pengembangan kawasan di koridor jalan tol.

Kerja sama antara PT JMRB dan Paramount Land tersebut tertuang dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Direktur Utama masing-masing pihak, di Kantor Pusat PT JMRB, Kamis, (24/6).

Selaku anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. yang bergerak di bidang pengembangan kawasan, PT JMRB terus melakukan kajian pengembangan kawasan terhadap koridor jalan tol potensial yang dimiliki oleh Jasa Marga Group. Terdekat, PT JMRB akan mengembangkan TCD Taman Mini Indonesia Indah (TMII), yang mengintegrasikan Stasiun LRT Taman Mini dengan pusat bisnis seperti retail, hotel, dan rekreasi.

Sedangkan Paramount Land adalah property arm dari PT Paramount Enterprise International, salah satu perusahaan properti terkemuka di Indonesia. Paramount Land bergerak dalam pengembangan perkotaan, real estat, mixed-use, serta properti komersial. Setelah berhasil mengembangkan Gading Serpong, Paramount Land kembali menciptakan milestone dengan rencana pengembangan sebuah kota mandiri baru seluas ±300 Ha di Barat Jakarta, yaitu Paramount Petals.

PRESS RELEASE
PT Jasamarga Related Business
No. 7/2021
5 Mei 2021

Jakarta, (5/5) - Dalam rangka menggali informasi tentang manfaat dan potensi yang terangkat dari kehadiran Jalan Tol Trans Jawa, tim media Solopos melakukan “Ekspedisi Jalan Tol Trans Jawa” yang berlangsung pada 28 April 2021 hingga 2 Mei 2021 lalu.

Pada kesempatan ini, tim ekspedisi mengunjungi berbagai lokasi yang memiliki potensi besar sebagai roda penggerak perekonomian di sekitar Jalan Tol Trans Jawa, khususnya rest area yang dikelola oleh PT Jasamarga Related Business (JMRB).

Direktur Pengelolaan Gedung dan Fasilitas PT JMRB Tita Paulina Purbasari mengatakan bahwa fungsi Jalan Tol Trans Jawa yang membentang dari Merak hingga Banyuwangi bukan sekadar sebagai sarana konektivitas antar-daerah belaka, melainkan telah membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi kota-kota yang dilalui. Termasuk peran dan fungsi rest area yang berada di sepanjang jalur Jalan Tol Trans Jawa.

“Baik Jalan Tol Trans Jawa maupun rest areanya, membawa dampak yang amat besar bagi masyarakat sekitar jalan tol. Sebagai contoh, mayoritas tenant yang berada di rest area yang dikelola oleh PT JMRB merupakan pengusaha lokal atau pelaku UMKM,” jelas Tita.

Tita menambahkan, pemenuhan tenant oleh pelaku usaha lokal dan UMKM tertuang dalam Peraturan Menteri PUPR No. 10/PRT/M/2018 tentang Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP), yang menyebutkan bahwa setidaknya setiap rest area jalan tol harus memuat 30% pelaku UMKM dan Koperasi di dalamnya.

“Ini menjadi salah satu cara Jasa Marga Group untuk memberdayakan masyarakat di sekitar rest area atau jalan tol,” ungkapnya.

Selain mengunjungi rest area, Tim Ekspedisi Solopos pun menyambangi kawasan-kawasan yang terangkat potensinya karena kemudahan infrastruktur Jalan Tol Trans Jawa, seperti Kawasan Industri Terpada (KIT) Batang, Pasar Batik Setono di Pekalongan, Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Tegalsari, hingga daerah pariwisata seperti Gunung Bromo, dan sebagainya.

Daerah-daerah tersebut menjadi satu bukti bahwa kehadiran Jalan Tol Trans Jawa memiliki dampak yang amat besar bagi geliat perekonomian di sekitarnya. Selain itu, dampak yang lebih besar lagi dirasakan oleh arus distribusi barang dan jasa yang lebih lancar demi menggerakan perekonomian negara secara makro.

PRESS RELEASE
PT Jasamarga Related Business
No. 6/2021
9 April 2021

Purwakarta, (9/4) - Dalam rangka memaksimalkan pelayanan bagi pengguna jalan tol, PT Jasamarga Related Business (JMRB) dan PT Jawara Bersih Nusantara meresmikan tempat mandi berbasis teknologi terkini yang diberi nama “Travoy Rilex!" di Rest Area KM 88 B Ruas Cipularang, Jumat, (9/4).

Direktur Bisnis Komersial PT JMRB Imad Zaky Mubarak menjelaskan, tempat mandi ini terintegrasi dengan platform aplikasi yang dikembangkan oleh PT Jawara Bersih Nusantara, startup sanitasi dengan brand “Jamban.id". Dengan begitu, Zaky menjelaskan, Travoy Rilex! yang akan terintegrasi dengan aplikasi Travoy milik Jasa Marga dapat mengakomodir kebutuhan pengguna jalan tol untuk menyegarkan tubuh sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

“Kehadiran Travoy Rilex! yang berbasis teknologi ini membawa semangat transformasi digital bagi PT JMRB, khususnya di tubuh Jasa Marga Group. Kami mencoba mengolaborasikan antara kebutuhan pengguna jalan tol dengan teknologi yang dikembangkan oleh perusahaan startup. Nantinya Travoy Rilex! tidak hanya dapat ditemui di Rest Area KM 88 B Ruas Cipularang, melainkan di seluruh rest area yang dikelola oleh PT JMRB di seluruh Indonesia,” kata Zaky.

Zaky juga menjelaskan, selama ini fasilitas tempat mandi belum tersedia di rest area. Sebab, pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) rest area yang mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 10/PRT/M/2018 tentang Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) hanya mengatur ketersediaan toilet.

“Ketersediaan tempat mandi membuka peluang bagi kami, untuk mengembangkan rest area dari sekadar tempat beristirahat, tapi juga sebagai sentra bisnis, seperti area logistik dan destinasi wisata. Hal ini juga tertuang pada PP No. 17 Tahun 2021 tentang Perubahan Keempat atas PP No.15 Tentang Jalan Tol yang akan disusul dengan perubahan Peraturan Menteri PUPR No. 10 Tahun 2018 tentang Rest Area,” jelasnya lebih lanjut.

Sementara itu, CEO PT Jawara Bersih Nusantara (Jamban.id) Rudy Wahyu Perdana mengatakan, pengembangan Travoy Rilex! di rest area merupakan langkah yang tepat, karena bisa memaksimalkan pelayanan dengan menghadirkan fasilitas sanitasi berkualitas yang nyaman, bersih, dan aman. Selain itu dengan terintegrasinya layanan ini dengan aplikasi Jamban.id, pengguna jalan tol bisa mendapat informasi mengenai letak toilet dan tempat mandi yang dikelola oleh Jamban.id dan juga fitur-fitur lainnya yang dapat memberikan kemudahan akses fasilitas sanitasi yang berkualitas.

"Kehadiran Jamban.id tidak sekadar memberikan fasilitas sanitasi yang bersih dan nyaman, tetapi juga penerapan cashless payment dan touchless pada pintu masuk Travoy Rilex!. Selain itu perawatan operasional yang memadai dan termonitor secara real time diharapkan mampu menjaga kualitas dari fasilitas yang ditawarkan, termasuk kualitas air yang didukung oleh teknologi. Maka, Jamban.id diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat di Indonesia akan sarana sanitasi yang memadai, sehat, aman dan nyaman,” ungkap Rudy.

Selaku anak usaha PT. Jasa Marga (Persero) Tbk. yang berkomitmen untuk melakukan transformasi di segala lini usahanya, PT JMRB terus berupaya menerapkan digitalisasi di rest area yang dikelolanya. Sebelum menghadirkan fasilitas mandi berbasis teknologi, PT JMRB juga telah menerapkan sistem pembayaran non-tunai bagi para tenant rest area.

PRESS RELEASE
PT Jasamarga Related Business
No. 5/2021
26 Maret 2021

Jakarta, (26/3) - Menjelang "go public" atau Initial Public Offering (IPO), PT Jasamarga Related Business (JMRB) tengah gencar menyusun sejumlah persiapan, salah satunya dengan mengembangkan lini bisnisnya. Hal tersebut diucapkan oleh Direktur Utama PT JMRB Cahyo Satrio Prakoso dalam siaran langsung "Lunch Talk" di Berita Satu TV.

Cahyo mengungkapkan, lini bisnis yang tengah menjadi fokus PT JMRB adalah pengembangan kawasan di koridor jalan tol, atau Toll Corridor Development (TCD). Menurutnya, koridor jalan tol memiliki potensi yang amat besar, baik dari sisi bisnis atau ekonomi. Terlebih, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. dan kelompok usahanya mengelola konsesi jalan tol sekira 1.500 Km di seluruh Indonesia.

"Selain pengembangan TCD, PT JMRB sudah manfaatkan koridor jalan tol untuk peluang bisnis, di antaranya adalah sarana media periklanan dan utilitas seperti fiber optic, pipa minyak, pipa gas, serta pengelolaan dan pengembangan rest area dalam rangka pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM)," jelasnya.

Lebih lanjut, Cahyo juga menjelaskan, saat ini PT JMRB tengah fokus mengembangkan koridor jalan tol di ruas Jakarta-Cikampek Selatan dan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Menurutnya, potensi yang dimiliki Jalan Tol Jakarta-Cikampek Selatan memiliki potensi yang amat besar, karena menjadi pelengkap bagi ruas-ruas esksisting seperti Ruas Purbaleunyi, Jakarta-Cikampek, dan JORR.

"Di koridor Japek Selatan kami berencana mengembangkan kawasan industri yang mengombinasikan antara kawasan komersil dan logistik di kawasan Jalan Tol Japek Selatan. Sedangkan di Ruas Jalan Tol JORR, kami tengah mendalami perencanaan pengembangan kawasan mixed use development yang memadukan kawasan residensial, perkantoran, dan retail dalam satu lokasi yang terintegrasi," papar Cahyo.

Selain dua proyek tersebut, Cahyo melanjutkan, PT JMRB pun tengah menjajaki pengembangan Transit Oriented Development (TOD) Taman Mini di koridor Jalan Tol Jagorawi, dengan mengusung konsep Transit Hub Development, yakni pengembangan transportation hub dari berbagai moda transportasi yang terintegrasi dengan area komersial seperti hotel, perkantoran, dan retail. Semakin luasnya lini bisnis yang dikelola oleh PT JMRB merupakan proses dan upaya untuk menjadi perusahaan publik. Selain itu, PT JMRB juga senantiasa membuka peluang kerja sama dengan strategic partner dan memaksimalkan potensinya dari sisi SDM. Hal ini seiring dengan dipercayanya PT JMRB sebagai salah satu “core business” Jasa Marga.

PRESS RELEASE
PT Jasamarga Related Business
No. 4/2021
18 Maret 2021

Jakarta, (18/3) - PT Jasamarga Related Business (JMRB) tengah gencar melakukan pengembangan kawasan di koridor jalan tol atau Toll Corridor Development (TCD). Kali ini, PT JMRB menggandeng PT Perintis Triniti Properti Tbk. (Triniti Land) untuk mengembangkan kawasan properti di sekitar jalan tol. Kerja sama ini tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani oleh direktur utama masing-masing pihak, Jakarta, Kamis, (18/3).

Direktur Utama PT JMRB Cahyo Satrio Prakoso mengatakan, kerja sama ini dilatarbelakangi oleh potensi yang dimiliki oleh jalan tol, termasuk kawasan di sekitarnya. Menurut Cahyo, jalan tol memiliki potensi yang amat besar baik dari sisi ekonomi dan bisnis, di samping fungsi utamanya sebagai infrastruktur konektivitas.

“Melihat potensi besar yang dimiliki oleh kawasan di sekitar jalan tol, saat ini kami (JMRB) terus gencar melakukan pengembangan TCD. Salah satunya adalah dengan menjalin kemitraan strategis,” jelas Cahyo.

Lebih lanjut Cahyo berharap, kerja sama dengan Triniti Land dapat memberikan dampak yang signifikan bagi pengembangan TCD yang tengah menjadi fokus PT JMRB. Terlebih, kata Cahyo, TCD diharapkan menjadi roda penggerak perekonomian, khususnya bagi masyarakat di sekitar jalan tol, sesuai dengan yang diamanatkan oleh oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. selaku induk usaha.

Di lain pihak, Direktur Utama Triniti Land Ishak Candra mengatakan kerja sama yang dijalin bersama PT JMRB merupakan langkah yang strategis bagi kedua pihak untuk mengoptimalkan kawasan di sekitar jalan tol, terutama dalam sektor properti.

“Kerja sama ini juga mengatur rencana Triniti Land dan PT JMRB untuk saling bersinergi dan mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pengembangan kawasan properti di sekitar jalan tol,” papar Ishak.

Pengembangan TCD merupakan lini bisnis terbaru yang tengah dijalankan oleh PT JMRB. Hal ini sejalan dengan visi PT JMRB untuk terus menjadi yang terdepan dan terpercaya di bidang inovasi pengembangan kawasan dan bisnis prospektif sepanjang jalan tol di Indonesia. Sedangkan Triniti Land merupakan pengembang properti berpengalaman yang telah menghasilkan karya-karya properti terbaik yang tersebar di sejumlah wilayah.

PRESS RELEASE
PT Jasamarga Related Business
No. 3/2021
8 Maret 2021

Jakarta, (8/3) - Dalam rangka menggencarkan transformasi di tubuh Jasa Marga Group dan percepatan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), PT Jasamarga Related Business (JMRB) mendukung penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah rest area yang dikelolanya.

Saat ini, total ada empat SPKLU yang terdapat di rest area yang dikelola oleh PT JMRB, yakni di Rest Area KM 207 A Ruas Palikanci, Rest Area KM 379 A Ruas Batang-Semarang, serta Rest Area KM 519 A dan KM 519 B Ruas Solo-Ngawi.

Direktur Bisnis Komersial PT JMRB Imad Zaky Mubarak mengatakan akan terus menambah jumlah SPKLU di rest area yang dikelola oleh PT JMRB atau oleh kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Dalam waktu dekat, Zaky mengungkapkan, SPKLU akan hadir di Rest Area KM 389 B Ruas Batang-Semarang.

“Penyediaan SPKLU di rest area bertujuan untuk menyiapkan sarana guna mendukung implementasi Perpres No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan,” jelas Zaky.

Zaky juga menambahkan, untuk merealisasikan SPKLU yang rencananya akan tersebar di seluruh rest area yang dikelola oleh PT JMRB, pihaknya bersinergi dengan PT PLN (Persero) untuk membangun infrastruktur dan sarana SPKLU.

“Kami terus berkoordinasi dengan PLN untuk menghadirkan SPKLU di rest area yang kami kelola di seluruh Indonesia. Dengan begitu, kami berharap masyarakat tidak ragu untuk memiliki kendaraan berbasis listrik,” tambahnya.

Tersedianya SPKLU di rest area merupakan bentuk dari komitmen PT JMRB untuk memaksimalkan pelayanan bagi pengguna jalan tol, terutama pengguna kendaraan listrik. Sebelumnya, PT JMRB juga telah melakukan digitalisasi sistem pembayaran di rest area, sehingga memungkinkan pengunjung untuk melakukan transaksi non-tunai.

Gedung Jagorawi Lantai 2
Plaza Tol Taman Mini Indonesia Indah
Jakarta Timur 13550 – Indonesia
(021) – 22093560
relatedbusiness@jmrb.co.id
envelopephone-handsetmagnifier